Saham Indonesia

Saham Indonesia Online

Saham Chat


Click sini untuk berkomentar!!!

25-Apr-15 23:49 | Koreksi Sehat: *guest*:
Manage Your Risk in Trading wihout always Making Tolerence for minimise loses.Be Careful Guys and weekend All

25-Apr-15 23:44 | Koreksi Sehat: *guest*:
Hal ini persis sama dengan investor pemenang yg akan segera cut loss kalau ternyata market bergerak berlawanan dengan kita , tidak lain tujuannya adalah menlindungi kita dari kemungkinan loss yg jauh lebih besar yg akan kita alami yg mungkin saja tidak akan bisa kita tanngung . Banyak contoh dimarket ..mungkin saja banyak investor yg masih pegang saham BUMI diharga 5000 ke atas dan sekarang hanya bisa diam mlongo di saat harga bumi sudah dibawah 1000. dan masih banyak contoh saham lainnya. Secara sederhana gambaranya adalh ketika kita sudah loss 20% maka dibutuhkan 25% gain hanya untuk menjadi impas . Kita tunggu dan loss membesar jadi 25% maka dibutuhkan gain 33% untuk impas dan seterusnya . Intinya adalah semakin lama kita membiarkan kerugian berjalan semakin berat dan kecil kemungkinan untuk impas. Belum lagi dampak pskikologis dan ahirnya mempengaruhi kesehatn pikiran dan jasmani kita ......weleh weleh.... J oneil menyarankan kita untuk mengembangkan disiplin yg ketat terhadap pembatasan resiko .. Kerugian kecil adalah ibarat membayar asuransi yg murah ..pembatasan  resiko dalam satu trade , yg jelas masih memberi kita cukup modal untuk mencoba lagi dalam trade di saham lain yg  akan memberik kita peluang untuk menang.... NEVER ARGUE WITH THE MARKET

25-Apr-15 23:39 | Koreksi Sehat: *guest*:
William J Oneil mengibaratkan pembatasan resiko dalam trading seperti kita membeli polis asuransi. Kita membatasi resiko sampai pada limit yg kita masih nyaman , kadang memang kita suka sebel karena setelah kita melakukan cut loss dan menjual saham , kemudian saham tersebut malah kembali naik. Hal tsb adalah normal dan jangan pernah beranggapan bahwa keputusan menjual tsbt salah karena setelah dijual harga malah berbalik naik. Oneil memberi contoh : kita membeli asuransi mobil tahun lalu dan kemudian kita tidak mengalami kecelakaan sama sekali , apakah kita anggap uang premi tsb sebagai sia sia ?? dan apakah kita tidak memperpanjang asuransi mobil kita kemudian ?? Jawabannya adalah kita pasti akan memperpanjang asuransi tsb. Begitu juga dengan asuransi rumah dll. Kita tidak membeli asuransi rumah karena kita tahu rumah kita akan terbakar tapi kita membeli asuransi untuk melindungi kita dari kerugian yg parah yg mungkin akan kita alami. Hal ini persis sama dengan investor pemenang yg akan segera cut loss kalau ternyata market bergerak berlawanan dengan kita , tidak lain tujuannya adalah menlindungi kita dari kemungkinan loss yg jauh lebih besar yg akan kita alami yg mungkin saja tidak akan bisa kita tanngung . Banyak contoh dimutting Loss in the Market

25-Apr-15 23:22 | Jodha *guest*:
Kok ada saudaraku di idsaham...????

25-Apr-15 23:17 | Koreksi Sehat: *guest*:
To where Lead Going To? Lead 23 April Closed 1405 weekly 2170-1405 down 34.3 Pct but Last Week down 2125 to 2030 4.9 pct.Now Chart showing Support LEAD is 1330 and Ressistance is 1660.Is the area Lead is bottom or still lower.Are you sure the real bottom is 1330-1405.Maybe Yes or not

25-Apr-15 22:10 | ritel100 *guest*:
Waaah...msh rame,pada gak bersenang2 nih mlm minggu ???

25-Apr-15 22:08 | meta *guest*:
Marriam uzzamani dari munggal yaa.....kirimsalam buat salim....

25-Apr-15 22:03 | hantu hantu:
@HDB: yg bener neh? ada linknya?

Index Saham Indonesia
Interactive chart? click here!

International Market News

Berita Bursa Saham

26-Apr-15 02:45 | koran.tempo.co : Investor Tunggu Data PDB Terbaru - Koran Tempo Baca..
25-Apr-15 23:30 | antaranews.com : Indonesia butuh Rp2.000 triliun bangun energi Baca..
25-Apr-15 23:30 | jambi.tribunnews.com : KapanLagi Dibeli Anak Perusahaan Temasek - Tribun Jambi Baca..

25-Apr-15 23:00 | bisniskeuangan.kompas.com : Aksi Sinarmas Menadah Aset Bakrie - KOMPAS.com Baca..
25-Apr-15 22:30 | www.tribunnews.com : Anak Perusahaan Temasek Akuisisi Saham Mayoritas KapanLagi - Tribunnews Baca..
25-Apr-15 22:00 | antaranews.com : Kesediaan Menteri BUMN temui petani tebu diapresiasi Baca..

25-Apr-15 22:00 | antaranews.com : Kemenkeu tegaskan tidak ada jatah dua mobil menteri Baca..
25-Apr-15 21:30 | antaranews.com : Pelaku industri desak perizinan migas satu pintu Baca..
25-Apr-15 21:30 | antaranews.com : IMI tidak setuju Tiongkok bangun 24 pelabuhan Indonesia Baca..

25-Apr-15 21:30 | bisniskeuangan.kompas.com : Anak Perusahaan Temasek Beli Saham Mayoritas KapanLagi - KOMPAS.com Baca..
25-Apr-15 21:30 | bisnis.liputan6.com : Gara-gara Kabar Hoax, Nilai Saham Bank Besar Ini Anjlok Parah - Bisnis Liputan6.com Baca..
25-Apr-15 21:00 | okezone.com : Bulog Harus Dahului Tengkulak Serap Beras Petani Baca..

25-Apr-15 21:00 | investasi.kontan.co.id : Dapat £ 67,8 juta, ARMS rekapitalisasi utang BRAU - Kontan Baca..
25-Apr-15 21:00 | utama.seruu.com : BEI Berencana Reaktivasi Produk Derivatif - Seruu.com Baca..
25-Apr-15 20:30 | antaranews.com : Mentan ingatkan pentingnya ketahanan pangan Baca..

25-Apr-15 20:30 | okezone.com : Ada Selisih Besar Antara Harga Beras dengan Gabah Baca..
25-Apr-15 20:30 | kanalsatu.com : Harga saham-saham di Wall Street naik - Kanalsatu Baca..
25-Apr-15 20:30 | photo.liputan6.com : Menteri BUMN Rapat Kerja Dengan Komisi VI DPR RI - Citizen6 Liputan6.com Baca..

25-Apr-15 20:00 | okezone.com : Kereta Cepat Shinkansen, Mungkinkah Hadir di Indonesia? Baca..
25-Apr-15 19:30 | antaranews.com : Menperin: mobil dinas saya masih bagus Baca..
25-Apr-15 19:30 | antaranews.com : Kompetisi drift Achilles diadakan dalam empat kelas Baca..

25-Apr-15 19:30 | www.publicapos.com : DPR Akan Awasi Privatisasi 3 BUMN - Publicapos.com Baca..
25-Apr-15 19:00 | antaranews.com : Jumlah peserta reli mobil kuna Magelang menurun Baca..
25-Apr-15 19:00 | www.cnnindonesia.com : Induk Kapanlagi Jual 52 Persen Saham kepada Media Singapura - CNN Indonesia Baca..

25-Apr-15 18:30 | antaranews.com : Achilles kembali gelar ajang drifting Baca..
Berita Bursa Saham Lainnya

Komentar indeks/ekonomi di Saham Chat


25-Apr-15 23:44 | Koreksi Sehat: *guest*:
Hal ini persis sama dengan investor pemenang yg akan segera cut loss kalau ternyata market bergerak berlawanan dengan kita , tidak lain tujuannya adalah menlindungi kita dari kemungkinan loss yg jauh lebih besar yg akan kita alami yg mungkin saja tidak akan bisa kita tanngung . Banyak contoh dimarket ..mungkin saja banyak investor yg masih pegang saham BUMI diharga 5000 ke atas dan sekarang hanya bisa diam mlongo di saat harga bumi sudah dibawah 1000. dan masih banyak contoh saham lainnya. Secara sederhana gambaranya adalh ketika kita sudah loss 20% maka dibutuhkan 25% gain hanya untuk menjadi impas . Kita tunggu dan loss membesar jadi 25% maka dibutuhkan gain 33% untuk impas dan seterusnya . Intinya adalah semakin lama kita membiarkan kerugian berjalan semakin berat dan kecil kemungkinan untuk impas. Belum lagi dampak pskikologis dan ahirnya mempengaruhi kesehatn pikiran dan jasmani kita ......weleh weleh.... J oneil menyarankan kita untuk mengembangkan disiplin yg ketat terhadap pembatasan resiko .. Kerugian kecil adalah ibarat membayar asuransi yg murah ..pembatasan  resiko dalam satu trade , yg jelas masih memberi kita cukup modal untuk mencoba lagi dalam trade di saham lain yg  akan memberik kita peluang untuk menang.... NEVER ARGUE WITH THE MARKET

25-Apr-15 23:39 | Koreksi Sehat: *guest*:
William J Oneil mengibaratkan pembatasan resiko dalam trading seperti kita membeli polis asuransi. Kita membatasi resiko sampai pada limit yg kita masih nyaman , kadang memang kita suka sebel karena setelah kita melakukan cut loss dan menjual saham , kemudian saham tersebut malah kembali naik. Hal tsb adalah normal dan jangan pernah beranggapan bahwa keputusan menjual tsbt salah karena setelah dijual harga malah berbalik naik. Oneil memberi contoh : kita membeli asuransi mobil tahun lalu dan kemudian kita tidak mengalami kecelakaan sama sekali , apakah kita anggap uang premi tsb sebagai sia sia ?? dan apakah kita tidak memperpanjang asuransi mobil kita kemudian ?? Jawabannya adalah kita pasti akan memperpanjang asuransi tsb. Begitu juga dengan asuransi rumah dll. Kita tidak membeli asuransi rumah karena kita tahu rumah kita akan terbakar tapi kita membeli asuransi untuk melindungi kita dari kerugian yg parah yg mungkin akan kita alami. Hal ini persis sama dengan investor pemenang yg akan segera cut loss kalau ternyata market bergerak berlawanan dengan kita , tidak lain tujuannya adalah menlindungi kita dari kemungkinan loss yg jauh lebih besar yg akan kita alami yg mungkin saja tidak akan bisa kita tanngung . Banyak contoh dimutting Loss in the Market

25-Apr-15 21:04 | meta *guest*:
Pada saat ini pergeseran geoglobal kan di dominasi oleh 2 kekuatan dunia. Usa dan tiongkok...tiongkok dalam hal ini harus meningkatkan hubungan baik kepada negara asean dalam menjaga pengaruhnya di south termasuk Indonesia. Enhance mutual understanding n cooperate harus dilaksanakan demi menjaga stabilitas baik ekonomi politik hankam dan sosial budaya. Jadi terjadilah hubungan bilateral kedua negara bro. Implikasinya ya inilah...ada bantuan dan perdagagan ...yaa pokoknya gitu deh ...dst dstnya...hal yg tak bisa dihindari namun sebuah keniscayaan yg harus berlangsung demi kepentingan bangsa2 yg berkomunitas.

25-Apr-15 20:46 | meta *guest*:
Bro mm klo sy sih ...memandang ini semua lebih kepada bagaimana pergeseran geopolitik n geoekonomi. Seperti adanya KAA dapat menyebabkan terjadinya hubungan enhance cooperate betwen two country in economy n diplomasi. Jadi bukan masalah kwalitas barangnya. Sementara ina dgn usa or europe lebih banyak kepada tekan menekan seperti embargo currency war misalnya. Lagi pula dalam pengadaan barang dan jasa kita belumlah optimal lebih banyak mementingkan proyeknya yg dapat memberikan keuntungan bagi pemegang proyek. Misal dalam pengadaan barang sering dibuat menjadi 60-40 ato 70 -30. Sehingga kwalitas barang yg didapat hanyalah 60-70 pct saja. Thats us...

25-Apr-15 19:21 | Koreksi Sehat: *guest*:
Rumor BWPT mau diangkat ke 500 dalam waktu dekat.Spekulan yang memberitakan bad news hanya mencari barang murah.Ha ha ha.Ini hebatnya market kita menjelekkan satu saham dengan harapan beli murah.Sdh naik barang baru pening kepala ngejar ngejar barang harga mahal

25-Apr-15 16:02 | Bandung Dago *guest*:
Bulan Mei, akan ada satu saham yang naek menanjak, bergerak countertrend terhadap market !!

25-Apr-15 14:56 | SELL-IN-MAY&GO-AWAY *guest*:
Baru ditinggal beberapa hari saja,market udah berantakan..huahahahaha.....masih adakah yang meragukan pepatah SELL-IN-MAY&GO-AWAY ??? ....masih pengen bertahan untuk sell in June or July?? hati2 bisa tinggal celana kolor doang..huahahahaha....

25-Apr-15 13:11 | spirit_one:
Bisnis.com, JAKARTA--Emiten pertambangan pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. harus menelan pil pahit akibat menderita rugi bersih Rp19,1 miliar pada kuartal I/2015 dibandingkan dengan tahun sebelumnya masih laba Rp95 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Jumat (24/4/2015), disebutkan pendapatan perseroan naik 9,57% menjadi Rp1,35 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,23 triliun. Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan Timah, mengatakan hingga 31 Maret 2015, perseroan berhasil menurunkan beban usaha Rp144,08 miliar. Namun, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp1,2 triliun dari Rp911,96 miliar. "Sampai kuartal pertama, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,36 triliun," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2015). Laba kotor yang dibukukan emiten berkode saham TINS juga melorot menjadi Rp145,94 miliar dari sebelumnya Rp325,39 miliar. Periode Januari-Maret 2015, Timah menderita rugi sebelum pajak Rp8,62 miliar dari sebelumnya laba Rp169,91 miliar. Perseroan juga menderita rugi tahun berjalan sebesar Rp19,09 miliar dari sebelumnya laba Rp95,08 miliar. Manajemen TINS belum mencantumkan rugi per saham dasar pada kuartal I/2015, dari sebelumnya masih meraup laba per saham Rp22. Menurutnya, penurunan harga komoditas dunia sejak awal 2015 telah berdampak pada kinerja perseroan. Tetapi, pada paruh kedua tahun ini, harga komoditas diperkirakan akan pulih disertai dengan tumbuhnya ekonomi dunia yang dimotori oleh Amerika Serikat. Hingga 31 Maret 2015, total aset Timah mencapai Rp9,1 triliun, lebih rendah dari akhir tahun lalu Rp9,75 triliun. Liabilitas Rp3,7 triliun dari Rp4,1 triliun dan ekuitas Rp5,39 triliun dari Rp5,6 triliun.

25-Apr-15 12:18 | spirit_one:
Bisnis.com, JAKARTA--Emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) membukukan laba bersih pada kuartal I/2015 sebesar Rp156,09 miliar, anjlok 80% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp784,6 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di PT Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/4/2015), disebutkan penurunan laba bersih diawali dengan merosotnya pendapatan perseroan. Pada periode Januari-Maret 2015, emiten berkode saham AALI tersebut meraup pendapatan bersih Rp3,23 triliun. Perolehan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya Rp3,72 triliun. Meski beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp2,46 triliun dari Rp2,51 triliun, laba kotor yang diraup perseroan merosot tajam menjadi Rp763,62 miliar dari Rp1,2 triliun setahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) tersebut juga merosot tajam menjadi Rp224,31 miliar pada kuartal I/2015. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, AALI meraup laba sebelum pajak Rp1,12 triliun. Laba periode berjalan yang diperoleh AALI juga terjun bebas menjadi Rp167,74 miliar dari Rp810,43 miliar. Laba per saham dasar juga turut tertekan menjadi Rp99,12 dari sebelumnya Rp498,24. Hingga 31 Maret 2015, total aset Astra Agro Lestari mencapai Rp19,94 triliun dari akhir tahun lalu Rp18,55 triliun. Liabilitas Rp7,91 triliun dari Rp6,72 triliun dan ekuitas Rp12,02 triliun dari Rp11,83 triliun

25-Apr-15 11:23 | money magnet:
Sayang.momentum KAA tidak.membentuk kegiatan 2 tahunan seperti forum APEC yaitu KERJASAMA EKONOMI ASIA AFRIKA. yang bisa jadi.KEKUATAN PENYEIMBANG EKONOMI GLOBALDARI BENUA ASIA.AFRIKA.

25-Apr-15 10:05 | Koreksi Sehat: *guest*:
Harga saham AALI = Book Value +Laba + Harapan.Kenyataan Jumat AALI turun 1100 artinya Harapan Sirna karena Laba turun.Inco juga kalau Laba turun maka Harapan akan Sirna.Begitu seterusnya Investor akan keluar dari satu saham kalau kinerja jelek karena memang harga saham sudah pada premium semua rata rata di bursa

25-Apr-15 09:06 | Koreksi Sehat: *guest*:
Bro MM Lingkaran setan itu terjadi di awal trading.Bisa sampai 1-3 thn loss terus bahkan 5 thn.Setelah Kapok baru belajar teknikal dan ikut seminar A-Z dan ikut analisis bayaran hasilnya tetap nihil.Kalau menurut saya Tidak pernah trader di awal maen sampai sekarang exis karena harus melewati Lingkaran Setan.Biasanya orang jatuh dulu baru bangkit bukan kebalikan bangkit dulu baru jatuh hi hi hi.Hanya satu cara kita bertahan di Market tetap sisahkan dana saat bursa konsolidasi dan bearish untuk beli diharga discount

25-Apr-15 07:32 | Koreksi Sehat: *guest*:
Untuk menjadi seorang trader yang sukses bukanlah proses yang instan. Jangan berpikir hanya dengan membeli buku cara trading saham di gramedia, mengikuti beberapa seminar saham, mempelajari beberapa indikator saham, kita sudah bisa mulai untung di bursa saham. Ada banyak proses yang harus kita lewati supaya bisa menjadi trader yang handal. Salah satu proses yang harus lewati adalah lingkaran setan kerugian di masa awal trading kita. Pada masa awal trading biasanya adalah masa yang sangat sulit. Saat itu kita masih newbie, kemampuan kita masihlah sangat terbatas. Kita masih belum memahami sepenuhnya bagaimana cara kerja bursa saham. Akibatnya segala transaksi kita malah berujung pada kerugian. Kita menggunakan metode A akhirnya malah loss, ganti pada metode B juga loss, ganti lagi pada metode C masih tetap lolos. Masa ini biasanya sangat membuat frustasi. Karena kita sudah mencoba berbagai macam cara tapi tidak berhasil juga mencari cara yang benar. Untuk bertahan dalam masa ini, sepenuhnya tergantung pada kemauan diri kita sendiri. Seberapa besar tekad kita untuk bisa sukses di bursa saham. Seberapa besar keyakinan kita bahwa kita bisa mencari uang dari bermain saham.

25-Apr-15 07:19 | Koreksi Sehat: *guest*:
Dua emiten pelat merah, PT Timah (Persero) Tbk. dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang 2×150 Megawatt dengan investasi Rp3 triliun. Direktur Adhi Karya Supardi mengatakan perseroan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Timah dalam proyek independent power producer (IPP). Pembangkit listrik tersebut akan dibangun di Muara Enim, Sumatra Selatan. “Konstruksi paling cepat tahun depan karena power plant memakan waktu 3 tahun,” ungkapnya dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia. Ditargetkan PLTU tersebut dapat beroperasi pada 2019. Emiten berkode saham ADHI tersebut menggenggam kepemilikan saham sebesar 49% dan kepemilikan mayoritas 51% digenggam oleh PT Timah. Direktur Utama Timah Sukrisno mengatakan perseroan menggandeng Adhi Karya dalam pembangunan PLTU tersebut. Emiten berkode saham TINS itu akan menguasai saham mayoritas dalam pembangunan PLTU itu. “Bila ini sudah disetujui pemerintah, kami langsung bergerak membangun tahun ini,” katanya pada kesempatan terpisah.

25-Apr-15 07:14 | Koreksi Sehat: *guest*:
Kontraktor pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. tengah menjajaki pinjaman dengan China Development Bank senilai maksimum Rp7 triliun untuk pembangunan light rapid transit (LRT). Direktur Adhi Karya Supardi mengatakan perseroan telah melakukan pembicaraan dengan pihak China Development Bank (CDB) bersamaan saat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno melakukan lawatan ke negeri Tirai Bambu tersebut. “Sekarang kami sedang membicarakan pinjaman dengan China Development Bank untuk mendapatkan rate yang baik,” ungkapnya dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia. Pinjaman dari CDB tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan utang perbankan lokal terutama dari bank BUMN. Perseroan masih memiliki standby loan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kebutuhan dana untuk pembangunan LRT hingga Rp10 triliun. Sebanyak Rp3,5 triliun kebutuhan dana akan dianggarkan dari ekuitas perseroan, sisanya dari pinjaman perbankan, termasuk dari CDB. Pembanguan LRT, diperkirakan membutuhkan dana Rp6,7 triliun untuk konstruksi transportasi. Sisanya, lebih dari Rp3,3 triliun kebutuhan dana untuk pembangunan properti di stasiun-stasiun LRT. Pendanaan transportasi LRT akan memiliki porsi 70% pinjaman, dan sisanya 30% dari ekuitas. Sebaliknya, untuk properti di stasiun LRT dapat memanfaatkan dana prapenjualan bagi kebutuhan pembangunan. “Secara otomatis utang bisa ditekan. Kalau dari bank hanya untuk kebutuhan infrastruktur LRT,” pap


Kopi Luwak | Kopi Medan | Kopi Sidikalang
©Copyright Saham | IDsaham.com (nelaiyan@gmail.com/ sahamfundamental.blogspot.com)