Saham Indonesia

TRIL | Triwira Insanlestari Tbk.

Saham Chat


Click sini untuk berkomentar!!!

29-Apr-15 00:47 | daim *guest*:
Astafirullah...pemimpin negeri ini ternyata tukang JAGAL...sudah 14 orang dibunuh hanya dalam 6 bulan....ini rekor tertinggi sepanjang sejarah para pemimpin negeri ini....apakah dia seorang DAJJAL yang menjelma menjadi manusia.....

29-Apr-15 00:23 | indexmerah *guest*:
ihsg gap down. dana asing keluar

29-Apr-15 00:21 | Rangers *guest*:
Hahaha,sudahlah, ga enak juga sama yg lain, ini forum saham. Yg protes2 besok demo aja di bundaran HI,hehehe. Bahas saham aja, mudah2an besok rabu ceria.

29-Apr-15 00:18 | Ripjokovi *guest*:
anaknya jokovi aja yg mti ditembak. drpd bunuh org gk bersalah. yg bersalah tuh pembeli narkoba. bsk asing kabur indonesi hancur keluar dr saham semua sblm hancur. jokovi oon tolol masa sebut utang di IMf turunin jokovi

29-Apr-15 00:18 | sontoloyo *guest*:
ingat tidak semua perbuatan manusia itu adalah kehendak Tuhan..makanya ada yang namanya DOSA...kalau melimpahkan semua perbuatan yang dilakukan manusia itu sama saja anda melecehkan Tuhan..ingat itu...jangan suka sesat dan menyesatkan..

29-Apr-15 00:03 | masih belajar *guest*:
IHSG. Masih bertahan di atas MA200. Kalau masih belum bisa ditutup di atas 5383, skenario bearish wave 3 of 3 turun harus diwaspadai. Karena IHSG bertahan di atas MA200, saya nambah PNLF n MTDL di post closing :). Ga tau ntar apa jadinya .....

29-Apr-15 00:01 | Rangers *guest*:
Kagak dilimpahkan bro, tapi semua yg terjadi atas ijin Yg Di Atas. Kalo anda mau dorong dari lantai 10, saya pasti melawan,pasti ga mau.Kalo saya kalah,ya berarti emang sudah waktunya saya balik ke rumah Tuhan. Kalo ane menang,ente yg jatuh,ya berarti emang sudah waktunya ente yg balik ke Yg Di Atas. Semua atas ijin Yg Di Atas. Semua terdakwa sudah melawan,hasil fair atau tidak fair ya memang sudah begitu jalan hidupnya,manusia berusaha,Tuhan yg menentukan,fair ataupun tidak fair

28-Apr-15 23:59 | masih belajar *guest*:
@fans. CPRO. Saya juga masih nyangkut. CPRO sudah lewat fibo retracement 786 @68. Penurunan dari 121 sudah komplit 5 wave yang kalau pakai channel wave 5 sudah pas di target channel. Kalau bisa cross over MA200 @77 mungkin ada harapan.

Saham TRIL
Interactive chart? Click here!

Berita Saham TRIL

29-Apr-15 14:30 | www.harianhaluan.com : Astra Bagikan Dividen Rp8,74 Triliun - Haluan Baca
29-Apr-15 12:30 | antaranews.com : Dana pembangunan BUMN 2015 capai Rp300 triliun Baca
29-Apr-15 12:00 | market.bisnis.com : INDEKS BEI 28 April: Asing Obral Saham Lagi - Bisnis.com Baca

29-Apr-15 12:00 | vivanews.com : Anggaran Negara Defisit Rp77 Triliun pada Triwulan I Baca
29-Apr-15 11:00 | vivanews.com : Rini Soemarno: Proyek Perusahaan BUMN Rp300 Triliun Baca
29-Apr-15 09:30 | www.riaupos.co : Astra Tetap Optimis di Berbagai Segmen - Riau Pos (Siaran Pers) (Pendaftaran) Baca

29-Apr-15 09:00 | antaranews.com : Defisit anggaran negara capai Rp77 triliun Baca
29-Apr-15 09:00 | okezone.com : Menteri Susi Minta Kenaikan Anggaran Hingga 200% Baca
29-Apr-15 08:30 | okezone.com : Total Proyek BUMN Tahun Ini Capai Rp300 T Baca

29-Apr-15 08:00 | okezone.com : Ekspor Industri Fashion Capai Rp180,4 Triliun Baca
29-Apr-15 07:30 | www.gatra.com : Astra Bagikan Dividen Rp 8,74 Trilyun - Gatra Baca
29-Apr-15 07:30 | vivanews.com : Multipolar Catat Pendapatan Bersih Rp17,1 triliun Baca

29-Apr-15 07:00 | m.republika.co.id : Astra Bagi Dividen Rp 8,74 Triliun - Republika Online Baca
29-Apr-15 06:45 | ekonomi.rimanews.com : Aksi Jual Mereda, IHSG Hanya Turun Tipis 3,28 Poin - Rimanews Baca
29-Apr-15 06:30 | www.tubasmedia.com : Pembagian Dividen kepada Pemegang Saham - Tubas Media Baca

29-Apr-15 06:00 | okezone.com : BI Catat Kewajiban RI ke IMF Setara Rp38,75 Triliun Baca
29-Apr-15 05:30 | okezone.com : Indonesia Miliki Utang Luar Negeri ke IMF Rp35,01 Triliun Baca
29-Apr-15 05:30 | skalanews.com : Astra International Bagi Dividen Rp8,74 Triliun - skalanews Baca

29-Apr-15 05:30 | vivanews.com : Mandiri Tunas Finance Targetkan Pembiayaan Rp20 Triliun Baca
29-Apr-15 05:00 | okezone.com : Indonesia Tercatat Masih Utang ke IMF Rp35,01 Triliun Baca
29-Apr-15 05:00 | ekonomi.metrotvnews.com : Capital Outflow Tekan Rupiah - Metro TV News Baca

29-Apr-15 05:00 | detik.com : Investasi Kuartal I-2015 Cetak Rekor, 315.229 Tenaga Kerja Terserap Baca
29-Apr-15 04:30 | okezone.com : Astra Anggarkan Belanja Modal Rp13 Triliun Baca
29-Apr-15 04:30 | bisniskeuangan.kompas.com : Astra Bagikan Dividen Rp 8,74 Triliun - KOMPAS.com Baca

29-Apr-15 04:30 | ekbis.sindonews.com : IHSG Berakhir Melanjutkan Pelemahan Dipicu Aksi... - SINDOnews.com Baca
29-Apr-15 03:30 | bisnis.liputan6.com : Astra International Bagi Dividen Rp 216 per Saham - Bisnis Liputan6.com Baca
29-Apr-15 03:00 | bisnis.liputan6.com : Astra International Bagikan Dividen Rp 216 per Saham - Bisnis Liputan6.com Baca

29-Apr-15 03:00 | www.beritasatu.com : Astra Bagi Dividen Final Rp 6,1 Triliun - BeritaSatu Baca
29-Apr-15 03:00 | ekbis.sindonews.com : IHSG Terus Merosot, Menkeu Sebut Wajar - SINDOnews.com Baca
29-Apr-15 03:00 | vivanews.com : Astra International Anggarkan Belanja Modal Rp13 Triliun Baca

29-Apr-15 03:00 | vivanews.com : BKPM: Minat Investasi di RI Masih Cukup Besar Baca
29-Apr-15 02:30 | okezone.com : Realisasi Investasi Mulai Tinggalkan Pulau Jawa Baca
29-Apr-15 02:30 | www.beritasatu.com : Astra Bagi Dividen Final Rp 6,1 Triliun - BeritaSatu Baca

29-Apr-15 02:30 | economy.okezone.com : 29 Mei, Astra Sebar Dividen Rp152/Saham - Okezone Baca
29-Apr-15 01:30 | bisnis.news.viva.co.id : Astra International Bagi Dividen Rp8,74 Triliun - VIVA.co.id Baca
29-Apr-15 01:30 | vivanews.com : Astra International Bagi Dividen Rp8,74 Triliun Baca

29-Apr-15 01:00 | okezone.com : RI Butuh Rp84 Triliun Bangun 19 Kota Wisata Baca
29-Apr-15 01:00 | okezone.com : Capai Rp124,6 T, Investasi Kuartal I Torehkan Rekor Baru Baca
29-Apr-15 01:00 | bisnis.news.viva.co.id : Astra International Bagi Dividen Rp8,74 Triliun - VIVA.co.id Baca

29-Apr-15 00:30 | ekbis.sindonews.com : Astra International Bagi Dividen Rp8,74 Triliun - SINDOnews.com Baca
29-Apr-15 00:30 | ekbis.sindonews.com : Terkoreksi 1%, IHSG Sesi I Ditutup Tinggalkan... - SINDOnews.com Baca
29-Apr-15 00:30 | wartakota.tribunnews.com : Pengamat Menilai Anjlok IHSG Sebagai Peringatan Dini - Warta Kota Baca

29-Apr-15 00:00 | bisnis.news.viva.co.id : Laba Bersih Astra International Anjlok 16 Persen - VIVA.co.id Baca
29-Apr-15 00:00 | ekonomi.metrotvnews.com : Astra International Bagi Untung Rp216/Saham - Metro TV News Baca
28-Apr-15 23:00 | www.bareksa.com : Investor Senang Kinerja di Atas Industri, Saham BBTN Naik Hingga ... - bareksa.com Baca

28-Apr-15 22:45 | ekonomi.metrotvnews.com : Investor Asing Tarik Dana Capai Rp3 Triliun Bikin IHSG Terkoreksi ... - Metro TV News Baca
28-Apr-15 21:00 | bisnis.liputan6.com : Astra International Kantongi Pendapatan Rp 45 Triliun - Bisnis Liputan6.com Baca
28-Apr-15 20:45 | www.beritasatu.com : Profindo Rekomendasikan Saham Perbankan - BeritaSatu Baca

28-Apr-15 19:00 | okezone.com : Pemerintah Cari Utang Rp10 Triliun Hari Ini Baca
28-Apr-15 15:45 | market.bisnis.com : Setelah Terlempar, IHSG Diprediksi Menguat. Rekomendasi 5 Saham - Bisnis.com Baca

Komentar TRIL di Saham Chat


28-Apr-15 18:18 | logika27:
Asing net Sell lagi 1,7Trilliun mantap benar, nggak habis2 ini cuannya (day trade hari ini) atau keluar barang benar?

28-Apr-15 15:48 | SELL-IN-MAY&GO-AWAY *guest*:
@Doekun : serapuh itukah rupiah kita??,cuma dengan 4-5 trilyun saja ngarep ke 14000??? huahahahaha....terlalu naif itu!! you lepas 10 trilliun uang rupiah untuk jadi dollar saja,uang rupiah kita belum tentu bisa terpuruk ke 13200-13300...boro2 ngarep ke 14000...huahahahaha....very funny...

28-Apr-15 13:29 | hati_hati:
Ref. Ihsg, index 50 : Abba, apol, bapa, bcic, bnbr, btel, born, dewa, elty, gama, hade, kbri, lapd, lmas, magp, mami, Mira, srsn, star, tram, tril, trub. Semoga emiten emiten tersebut dapat berjaya kembali, dan penghuninya tidak bertambah...!!!

28-Apr-15 08:27 | Koreksi Sehat: *guest*:
Emiten perbankan milik negara,  PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk mencatat pertumbuhan laba pada triwulan pertama 2015 mencapai 18 persen.  Per 31 Maret 2015, BTN mencatat laba meningkat sebanyak 18 persen. Laba bersih yang didapatkan totalnya Rp 402 miliar, atau tumbuh lebih baik daripada posisi sama pada tahun 2014, yaitu pada angka Rp 341 miliar.  Demikian disampaikan  Direktur Utama BTN Maryono dalam presentasi kinerja triwulan pertama di Jakarta, Senin (27/4). Menurut Maryono, pertumbuhan laba tersebut juga disertai peningkatan pendapatan bunga pada tahun 2015. Bank Tabungan Negara mencatat interest income menjadi Rp 3,6 triliun atau tumbuh 11,20 persen dari Rp 3,2 triliun pada tahun kemarin.  Pendapatan bunga bersih juga berada di posisi lebih tinggi daripada tahun lalu, yang naik sebesar 8 persen. Disampaikan juga, peningkatan hasil kinerja perseroan pada kuartal pertama itu membuat BTN berhasil membukukan aset sebesar Rp 149,289 triliun, atau tumbuh 9 persen dari Rp 136,964 triliun pada tahun lalu.  Secara umum, kinerja perseroan pada triwulan pertama 2015 tercatat lebih baik sehingga kami mempunyai target yang cukup tinggi dalam melihat peluang bisnis pada tahun ini.  Pada tahun ini BTN juga akan menjalankan beberapa perbaikan strategi bisnis yang telah pihaknya siapkan sejak 2014. [Sugeng R]

28-Apr-15 07:03 | Koreksi Sehat: *guest*:
Bro Caca BBNI kemarin sdh menembus supportnya di 6700 dan sekarang berada didaerah 6500.Ressistance 7250.Buy on Weakness jika pagi ini masih koreksi.Berikut LK BBNI Hingga kuartal I-2015, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp269,51 triliun atau tumbuh sebesar 9,1 persen dari Rp247,12 triliun pada kuartal I-2014. Sementara beban operasional BNI mengalami peningkatan sebesar 22,7 persen dari Rp3,45 triliun pada kuartal I-2015 menjadi Rp4,23 triliun. Namun, peningkatan beban tersebut diimbangi dengan peningkatan pendapatan non bunga sebesar 23,8 persen, dari Rp2,3 triliun menjadi Rp2,94 triliun. Adapun di tengah persaingan ketat industri keuangan Indonesia dalam mendapatkan dana pihak ketiga (DPK), pada kuartal I 2015 DPK BBNI mencapai Rp305,15 triliun atau tumbuh 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014. BBNI menyatakan akan tetap fokus pada upaya menghimpun dana murah atau CASA (current account saving account). Dari total DPK tersebut komposisinya masih didominasi komponen dana murah (CASA) sebesar 63 persen. Sementara dengan pertumbuhan kredit tersebut, membuat NIM BNI masih terjaga di level yang cukup baik. NIM BNI yang saat ini lebih dari 6 persen kendati pertumbuhannya masih lebih kecil dibandingkan pertumbuhan kredit periode yang sama tahun lalu.

28-Apr-15 06:26 | Koreksi Sehat: *guest*:
Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan efek PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam rangka menjaga pasar yang teratur, wajar dan efisien. Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek perseroan di seluruh pasar terhitung sejak sesi dua perdagangan pada hari  Senin, 27/4).   Selanjutnya bursa meminta kepada para pemangku kepentingan untuk memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan khususnya mengenai rencana penawaran umum terbatas I senilai Rp 5,3 triliun.  Saat ini, harga saham WSKT terpantau senilai Rp 1.720 per lembar saham atau turun sekitar 3,64 persen pada perdagangan sesi dua Senin (27/4) ini. Untuk diketahui, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tengah membidik penerbitan rights issue sebesar Rp 5,3 triliun pada Juni 2015.  Direktur Keuangan PT Waskita Karya (WSKT), Tunggul Rajagukguk menuturkan, perseroan akan menunjuk underwriter sebagai penjamin emisi.  Perseroan akan mulai register pertama pada 29-30 April. Diharapkan minggu ketiga atau keempat di Juni sudah dapatkan dana tersebut. [Sugeng R]

27-Apr-15 23:30 | baim:
Seperti diberitakan sebelumnya, perusahaan konstruksi pelat merah ini menargetkan dana Rp5,3 triliun dalam rights issue yang sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan jalan tol. Rencana harga berkisar antara Rp1.100 hingga Rp1.600 per saham. Kepemilikan pemerintah di Waskita mencapai 66,2 persen dan tidak akan terdilusi setelah aksi korporasi tersebut ************************** Komentar: tidak ada jaminan WSKT "Tidak terdilusi" justru dgn disuspend tsb perdagangan WSKT tdk wajar, ketika sesi 2 disuspend 1790 melumcur ke 1720, maka justru pada saat nanti dibuka akan meluncur lebih dalam lagi (koreksi) bisa jadi menuju ke 1500 sd 1600 mengikuti harga wajarnya. Disc on.

27-Apr-15 15:56 | logika27:
Index tutup sementara minus 204 point dan asing net sell sementara 2,1Trilliun Rupiah

27-Apr-15 15:46 | logika27:
Asing net sell 2 Trilliun rupiah jam 15:46

27-Apr-15 15:00 | logika27:
Asing net sell 1,5Trilliun hari ini di jam sekarang jam 15.00

26-Apr-15 19:51 | Koreksi Sehat: *guest*:
BBTN Dapatkan Kucuran Dana dari ADB dan World Bank, Laju Sahamnya Cari Momentum Reversal Banking & InsuranceIDX StockFri, 24 April 2015, 1:30 PM Bank Tabungan Negara (BBTN) bakal mendapat sumber pendanaan berasal dari ASEAN Development Bank (ADB) sekitar US$ 190 juta atau setara dengan Rp 2,45 triliun (1US$=Rp 12.907). Dana tersebut diperuntukan untuk kegiatan ekspansi bisnisnya. Saat ini, bank spesialis kredit perumahan ini sudah mengantongi rencana untuk mengumpulkan dana hingga Rp 9 triliun yang berasal dari berbagai macam skema. Pinjaman dari ADB juga akan dilengkapi dengan pinjaman lembaga internasional lainnya. Yakni World Bank. Namun pihak BBTN belum mau menyebut nilai pinjaman tersebut. Selain dari pinjaman dari lembaga internasional, BTN juga mulai serius menjajaki beberapa skema pendanaan, khususnya dari penerbitan surat utang. Iman Nugroho Soeko, Direktur BTN menjelaskan, BTN akan menerbitkan Negotiable Certificate Of Deposit (NCD) senilai Rp 1 triliun. Tidak hanya itu, BTN juga menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif – Efek Beragun Aset (KIK EBA) senilai Rp 1,5 triliun. Pada saat bersamaan, bank dengan sandi saham BBTN juga menerbitkan EBA Surat Partisipasi (EBA SP) yang juga bernilai Rp 1,5 triliun. Dana dari KIK EBA dan EBA SP diharapkan bisa cair pada Juni mendatang. Sepanjang tahun 2014, BBTN mencetak laba bersih mencapai Rp1,11 triliun atau turun 28,84 persen dibandingkan laba bersih pada 2013 yang mencapai Rp1,56 triliun. Adapun pihak BBTN menyatakan penurunan laba bersih perseroan tersebut disebabkan oleh dinamika ekonomi global dan nasional yang mengalami perlambatan.S 1000,R 1210

26-Apr-15 19:09 | Koreksi Sehat: *guest*:
Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham yang bakal ditetapkan dalam penerbitan saham baru atau right issue PT Adhi Karya (Persero) Tbk. sekitar Rp2.500-Rp3.400 per lembar. Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengatakan harga tersebut nantinya akan sangat bergantung kepada pasar. Jumlah saham yang bakal dilepas perseroan mencapai 1,91 miliar lembar. “Saham portepel kami 3,6 miliar lembar sekarang,” katanya di Komisi VI DPR, Jumat (24/4/2015). Kiswodarmawan mengatakan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas akan menggunakan haknya menyerap 556 juta lembar saham dan publik diperkirakan menyerap 534 juta lembar saham. Emiten berkode saham ADHI itu melakukan right issue dengan target perolehan dana Rp2,74 triliun pada Juli 2015. Right issue itu dilakukan setelah perseroan memperoleh penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp1,4 triliun dalam APBN Perubahan 2015. Editor : Fatkhul Maskur Available on:

26-Apr-15 17:02 | Koreksi Sehat: *guest*:
Financeroll – Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan dana pengurangan BBM subsidi yang semula direncanakan untuk pembangunan infrastruktur. Pasalnya, beberapa hari ini tersebar informasi bahwa Indonesia menerima pinjaman dari Tiongkok sebesar US$50 miliar atau setara Rp625 triliun untuk pembanganunan infrastruktur. “Dahulu ketika memutuskan mengurangi subsidi BBM untuk dialihkan kepada pembangunan infrastruktur. Kini melalui kementerian BUMN, kok pemerintah melakukan hutang kepada China Development Bank (CDB) sebesar lebih seperempat belanja negara dari APBN 2015. Lantas dikemanakan dana pengurangan subsidi BBM itu,” ujar Andi Akmal Pasluddin, Anggota Komisi IV DPR RI, lewat keterangan resmi. Dia menambahkan pada 17 November 2014 di media nasional, Kementerian Keuangan menyebutkan kenaikan harga BBM subsidi akan menghemat Rp100 triliun. Oleh pemerintah, dana ini akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, terutama pada pembangunan infrastruktur pertanian. Namun hingga kini, publikasi rencana dan progress pembangunan infrastruktur tidak dilakukan pemerintah. Yang dihembuskan oleh menkeu malah penyesalan negara jika pembangunan infrastruktur tidak segera dilakukan pada awal April lalu.

25-Apr-15 17:35 | Koreksi Sehat: *guest*:
PT Waskita Karya (Persero) Tbk., perusahaan konstruksi milik negara, memperkirakan harga saham dalam penawaran saham baru (right issue) sekitar Rp1.100-Rp1.600 per lembar pada Juni 2015. Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Choliq mengatakan pihaknya menetapkan batas bawah Rp1.100 karena apabila right issue dilakukan pada saat pasar sedang bergejolak maka aksi korporasi tersebut tetap dapat dilaksanakan. “Pada 29 April, filing pertama kami ke OJK . Sehari setelah registrasi, kami harus umumkan di koran dan sudah harus mencantumkan range harga, dari berapa sampai berapa,” katanya di Komisi VI DPR. Choliq mengatakan apabila right issue dapat dilaksanakan tepat waktu pada Juni 2015 maka perusahaan memperkirakan dapat mengantongi laba Rp1 triliun dari perkiraan awal sekitar Rp650 miliar. Seperti diketahui, right issue tersebut bakal dilakukan oleh emiten berkode saham WSKT dengan target perolehan dana Rp5,3 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp3,5 triliun merupakan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp3,5 triliun. Sisanya, perusahaan menargetkan dapat mengumpulkan dana dari investor publik.

25-Apr-15 14:12 | Koreksi Sehat: *guest*:
Kontraktor pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. membukukan laba bersih Rp11 miliar pada kuartal I/2015, lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya Rp6 miliar, atau melonjak 83%. Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk mengatakan pendapatan yang diraup perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp1,4 triliun. “Proyeksi pendapatan Rp13 triliun dan laba bersih Rp650 miliar tahun ini,” ungkapnya dalam paparan publik. Proyeksi perolehan pendapatan dan laba bersih tersebut diproyeksikan sebelum mempertimbangkan perolehan dana right issue. Jika dana penerbitan saham baru telah diperoleh, diperkirakan kinerja WSKT bakal terdongkrak. Sepanjang tahun lalu, perseroan meraup laba bersih sebesar Rp501 miliar dan pendapatan Rp10,2 triliun. Kontrak baru yang diraih perseroan pada tahun lalu mencapai Rp22,6 triliun. Share:

25-Apr-15 13:11 | spirit_one:
Bisnis.com, JAKARTA--Emiten pertambangan pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. harus menelan pil pahit akibat menderita rugi bersih Rp19,1 miliar pada kuartal I/2015 dibandingkan dengan tahun sebelumnya masih laba Rp95 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Jumat (24/4/2015), disebutkan pendapatan perseroan naik 9,57% menjadi Rp1,35 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,23 triliun. Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan Timah, mengatakan hingga 31 Maret 2015, perseroan berhasil menurunkan beban usaha Rp144,08 miliar. Namun, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp1,2 triliun dari Rp911,96 miliar. "Sampai kuartal pertama, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,36 triliun," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2015). Laba kotor yang dibukukan emiten berkode saham TINS juga melorot menjadi Rp145,94 miliar dari sebelumnya Rp325,39 miliar. Periode Januari-Maret 2015, Timah menderita rugi sebelum pajak Rp8,62 miliar dari sebelumnya laba Rp169,91 miliar. Perseroan juga menderita rugi tahun berjalan sebesar Rp19,09 miliar dari sebelumnya laba Rp95,08 miliar. Manajemen TINS belum mencantumkan rugi per saham dasar pada kuartal I/2015, dari sebelumnya masih meraup laba per saham Rp22. Menurutnya, penurunan harga komoditas dunia sejak awal 2015 telah berdampak pada kinerja perseroan. Tetapi, pada paruh kedua tahun ini, harga komoditas diperkirakan akan pulih disertai dengan tumbuhnya ekonomi dunia yang dimotori oleh Amerika Serikat. Hingga 31 Maret 2015, total aset Timah mencapai Rp9,1 triliun, lebih rendah dari akhir tahun lalu Rp9,75 triliun. Liabilitas Rp3,7 triliun dari Rp4,1 triliun dan ekuitas Rp5,39 triliun dari Rp5,6 triliun.

25-Apr-15 12:18 | spirit_one:
Bisnis.com, JAKARTA--Emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) membukukan laba bersih pada kuartal I/2015 sebesar Rp156,09 miliar, anjlok 80% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp784,6 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di PT Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/4/2015), disebutkan penurunan laba bersih diawali dengan merosotnya pendapatan perseroan. Pada periode Januari-Maret 2015, emiten berkode saham AALI tersebut meraup pendapatan bersih Rp3,23 triliun. Perolehan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya Rp3,72 triliun. Meski beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp2,46 triliun dari Rp2,51 triliun, laba kotor yang diraup perseroan merosot tajam menjadi Rp763,62 miliar dari Rp1,2 triliun setahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) tersebut juga merosot tajam menjadi Rp224,31 miliar pada kuartal I/2015. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, AALI meraup laba sebelum pajak Rp1,12 triliun. Laba periode berjalan yang diperoleh AALI juga terjun bebas menjadi Rp167,74 miliar dari Rp810,43 miliar. Laba per saham dasar juga turut tertekan menjadi Rp99,12 dari sebelumnya Rp498,24. Hingga 31 Maret 2015, total aset Astra Agro Lestari mencapai Rp19,94 triliun dari akhir tahun lalu Rp18,55 triliun. Liabilitas Rp7,91 triliun dari Rp6,72 triliun dan ekuitas Rp12,02 triliun dari Rp11,83 triliun

25-Apr-15 07:19 | Koreksi Sehat: *guest*:
Dua emiten pelat merah, PT Timah (Persero) Tbk. dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang 2×150 Megawatt dengan investasi Rp3 triliun. Direktur Adhi Karya Supardi mengatakan perseroan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Timah dalam proyek independent power producer (IPP). Pembangkit listrik tersebut akan dibangun di Muara Enim, Sumatra Selatan. “Konstruksi paling cepat tahun depan karena power plant memakan waktu 3 tahun,” ungkapnya dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia. Ditargetkan PLTU tersebut dapat beroperasi pada 2019. Emiten berkode saham ADHI tersebut menggenggam kepemilikan saham sebesar 49% dan kepemilikan mayoritas 51% digenggam oleh PT Timah. Direktur Utama Timah Sukrisno mengatakan perseroan menggandeng Adhi Karya dalam pembangunan PLTU tersebut. Emiten berkode saham TINS itu akan menguasai saham mayoritas dalam pembangunan PLTU itu. “Bila ini sudah disetujui pemerintah, kami langsung bergerak membangun tahun ini,” katanya pada kesempatan terpisah.

25-Apr-15 07:14 | Koreksi Sehat: *guest*:
Kontraktor pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. tengah menjajaki pinjaman dengan China Development Bank senilai maksimum Rp7 triliun untuk pembangunan light rapid transit (LRT). Direktur Adhi Karya Supardi mengatakan perseroan telah melakukan pembicaraan dengan pihak China Development Bank (CDB) bersamaan saat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno melakukan lawatan ke negeri Tirai Bambu tersebut. “Sekarang kami sedang membicarakan pinjaman dengan China Development Bank untuk mendapatkan rate yang baik,” ungkapnya dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia. Pinjaman dari CDB tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan utang perbankan lokal terutama dari bank BUMN. Perseroan masih memiliki standby loan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kebutuhan dana untuk pembangunan LRT hingga Rp10 triliun. Sebanyak Rp3,5 triliun kebutuhan dana akan dianggarkan dari ekuitas perseroan, sisanya dari pinjaman perbankan, termasuk dari CDB. Pembanguan LRT, diperkirakan membutuhkan dana Rp6,7 triliun untuk konstruksi transportasi. Sisanya, lebih dari Rp3,3 triliun kebutuhan dana untuk pembangunan properti di stasiun-stasiun LRT. Pendanaan transportasi LRT akan memiliki porsi 70% pinjaman, dan sisanya 30% dari ekuitas. Sebaliknya, untuk properti di stasiun LRT dapat memanfaatkan dana prapenjualan bagi kebutuhan pembangunan. “Secara otomatis utang bisa ditekan. Kalau dari bank hanya untuk kebutuhan infrastruktur LRT,” pap

24-Apr-15 15:15 | Simiko:
306428 | 24 Apr 15 @14:23 | bandar taruhan *guest* (202.124.xxx.xxx): TRAM engga bakal ke 50 malah potensi rebound semakin dekat....Ada yg berani taruhan mobil BMW sama gue ngga??? ====> hehe.. ga kebayang potensinya.. yg ada lihat chartnya pengen nangis.. dari 1900an.. bungee jumping.. sekarang deket gocap?? Equity tercatat (di IPOT) 1,3 Trilyun. Utang 1,8 trilyun. Minus nya 500 milyar. Market cap tercatat di harga sekarang ini: 550 Milyar. Jd kalo semua debiturnya kompakan, ambil alih deh TRAM nya. BOC, BOD ganti semua. Keliatan beres? Belon. Itupun masih tandatanya ditengah lesunya bisnis migas. Bisa2 bleeding terus. Hehe, cuma ANDAI.


Kopi Luwak | Kopi Medan | Kopi Sidikalang
©Copyright Saham | IDsaham.com (nelaiyan@gmail.com/ sahamfundamental.blogspot.com)