Saham Indonesia

TRIL | Triwira Insanlestari Tbk.

Saham Chat


Click sini untuk berkomentar!!!

01-Nov-14 02:27 | melvin:
@ Eyeinthesky....kebiasaan pak,maunya terima matangnya aja..hehehe....ilmu & pengalaman pak Eye sangat mumpuni,kagum kita dibuatnya....thank you pak sdh mau sharing2...met pagi & istirahat pak. :))

01-Nov-14 02:12 | eyeinthesky:
aku pamitan dulu. sudah mau istirahat. have a great weekend to all friends here.

01-Nov-14 02:11 | eyeinthesky:
@melvin: dalam kondisi market mengerikan yang seperti tahun 2008 ini, mestinya kita harus bisa berpikir cepat, "who is the biggest winner in this business, even in the next decade?". yang sudah bisa mikir sendiri pada saat itu mestinya yang sekarang sudah berkecukupan hidupnya. lihat disini, dan cobalah renungkan dalam-dalam mana yang akan anda pilih dari tabel emiten yang anda lihat disitu (ayo latihan ya): http://donnysaputro.blogspot.com/2013/11/warren-buffet-pernah-berkatabahwa.html

01-Nov-14 02:08 | eyeinthesky:
@melvin: hehe.. ya itu jadi PRnya kita masing-masing lah. berani berpikir sendiri pangkal pikiran yang kuat dan sehat. kata cak lontong: "mikir....".

01-Nov-14 02:06 | eyeinthesky:
bung @simiko: negative enterprise value bukan barang mainan lama didunia investasi, dan biasanya memang sudah ada siklus tertentu ketika bermunculan banyak saham dengan negative enterprise value seperti itu, kondisinya bisa dibilang mirip seperti ketika saham astra, bri, bca, mandiri, dijual di Price to Book Value dibawah level 1.0x. nah ini coba kita lihat returnnya jika ketika pada suatu 'siklus tertentu' kita ini memberanikan membeli saham-saham dengan market capitalization diatas rp 1 trilliun dan berada dibawah P/BV 1.2x: http://donnysaputro.blogspot.com/2013/11/warren-buffet-pernah-berkatabahwa.html --- ini websitenya bagus milik seorang analis sekuritas, jarang sekali diluar sana ada analis sekuritas yang pintar dan benar-benar mengerti kata 'intelligent investing': http://donnysaputro.blogspot.com/

01-Nov-14 02:02 | melvin:
@Eyeinthesky....waduh pak klo mikir utk 1 decade kedepan sy blom bisa pak.....utk menentukan the biggest winner in this business 10 thn kedepan agak susah pak....Klo skrg utk sektor multifinance mgkin ADMF the winnernya pak, but who knows ten years later pak....any suggestion pak?

01-Nov-14 01:56 | eyeinthesky:
@simiko: just paying it forward.. link itu didapat dari seorang suhu yang juga dapat dari suhunya lagi.. hehe.. spt kata tim cook ceo apple: i'm just doing my part by paying it forward..

01-Nov-14 01:54 | eyeinthesky:
berpikirnya baiknya jangan cuma teori-teori saja ataupun praktikum-praktikum saja, nanti bisa terjebak di suatu jaman saja. akan tetapi ada baiknya jika kita belajarnya prinsip-prinsip. karena lebih tak lekang oleh waktu. Ini ada contohnya buku yang bagus, bisa dipesan online melalui periplus indonesia sekarang, jadi kita bisa sama-sama belajar berbagi dimanapun: "Warren Buffett Wealth: Principles and Practical Methods Used by the World's Greatest Investor" link: http://www.periplus.com/p/9781118929049/warren-buffett-wealth-principles-and-practical-methods-used-by-the-world-s-greatest-investor?path=1_13_131

Saham TRIL
Interactive chart? Click here!

Berita Saham TRIL

01-Nov-14 10:30 | antaranews.com : Potensi pembiayaan rumah di Indonesia besar Baca
01-Nov-14 09:30 | pasarmodal.inilah.com : Laba Bersih LPKR Naik Lampaui Rp1 Triliun - Inilah.com Baca
01-Nov-14 05:30 | www.tribunnews.com : Kuartal III 2014, Ciputra Raup Untung Rp 882,24 Miliar - Tribunnews Baca

01-Nov-14 05:30 | vivanews.com : Beli Minyak dari Angola, Pemerintah RI Klaim Hemat Rp15 Triliun Baca
01-Nov-14 04:30 | antaranews.com : Pelindo II terbitkan obligasi 1 miliar dolar Baca
01-Nov-14 03:30 | okezone.com : Anggaran Kartu Sakti Jokowi Capai Rp6,4 T Baca

01-Nov-14 03:00 | www.sisidunia.com : Pada Kuartal III Telkom Indonesia Mendapat Laba Rp 11 Triliun - Sisi Dunia Baca
01-Nov-14 03:00 | www.sisidunia.com : Karena Beban Perusahaan Naik,Kinerja Unilever Tertekan - Sisi Dunia Baca
01-Nov-14 02:30 | antaranews.com : Pemerintah lelang obligasi Rp5 triliun pada 4 November Baca

01-Nov-14 02:30 | www.sisidunia.com : Bakrieland Melepas 35% Saham Pada Bukit Jonggol Asri - Sisi Dunia Baca
01-Nov-14 02:30 | www.sisidunia.com : PT Astra International Berhasil Cetak Pendapatan 150 Triliun - Sisi Dunia Baca
01-Nov-14 01:30 | okezone.com : Utang Luar Negeri RI Sudah Capai Rp3.500 T Baca

01-Nov-14 01:00 | detik.com : Bangun 3 Pelabuhan, Pelindo II Cari Utang Rp 12 Triliun Baca
01-Nov-14 00:00 | okezone.com : Rugi Rp11 T, Susi Pudjiastuti Hentikan Kapal Tak Produktif Baca
01-Nov-14 00:00 | kolom.kontan.co.id : Antara hedger, spekulan, dan arbitrager - Kontan Baca

31-Oct-14 23:30 | www.neraca.co.id : Rilis Produk Baru, Ashmore Gandeng HSBC - Harian Ekonomi Neraca Baca
31-Oct-14 23:00 | okezone.com : Rugi Kurs, Indofood Tetap Cetak Kenaikan Laba Rp57,6% Baca
31-Oct-14 22:30 | okezone.com : Jual Mi Instan Rp15 T, ICBP Raup Laba Rp2,07 T Baca

31-Oct-14 22:00 | okezone.com : Susi Pudjiastuti: Negara Rugi Rp11 Triliun/Tahun dari Sektor Kelautan Baca
31-Oct-14 20:30 | www.solopos.com : Bursa Asia: Indeks MSCI Asia Pacific Naik 0,4% Terdorong Ekonomi ... - Solopos Baca
31-Oct-14 11:00 | bisnis.liputan6.com : Transaksi Saham Rp 3 Triliun di Pasar Nego, Ini Komentar Bos BCA - Liputan6.com Baca

31-Oct-14 10:30 | antaranews.com : Astra bukukan laba Rp14,5 triliun, naik moderat Baca
31-Oct-14 10:30 | antaranews.com : BCA raih laga Rp12,2 triliun kuartal tiga Baca
31-Oct-14 10:30 | bisnis.liputan6.com : Astra International Cetak Pendapatan Rp 150 Triliun - Liputan6.com Baca

31-Oct-14 10:30 | bisnis.liputan6.com : Bakrieland Lepas 35% Saham Bukit Jonggol Asri - Liputan6.com Baca
31-Oct-14 07:30 | okezone.com : BCA Bukukan Laba Rp12,2 Triliun di Kuartal III Baca
31-Oct-14 07:30 | okezone.com : Laba Bersih Astra International Naik 8% Baca

31-Oct-14 07:30 | okezone.com : Kredit BCA Meningkat Jadi Rp31,7 Triliun Baca
31-Oct-14 07:30 | economy.okezone.com : Bos BCA Tak Tahu Asing Beli Saham BCA Rp3,2 T - Okezone Baca
31-Oct-14 06:00 | okezone.com : Jokowi Diharapkan Selamatkan Merpati Baca

31-Oct-14 06:00 | bisniskeuangan.kompas.com : Terbawa Sentimen Eksternal, IHSG Ditutup Melemah di 5.058,84 - KOMPAS.com Baca
31-Oct-14 06:00 | vivanews.com : Laba Bersih BNI Tumbuh 16,4 Persen Baca
31-Oct-14 05:00 | okezone.com : Cipaganti Rights Issue Incar Rp2 Triliun Baca

31-Oct-14 05:00 | okezone.com : Pembebasan Lahan Tol Cilincing-Cibitung Naik Jadi Rp4 T Baca
31-Oct-14 05:00 | okezone.com : BNI Catat Laba Rp7,61 Triliun di Kuartal III Baca
31-Oct-14 05:00 | okezone.com : BNI Catat Pertumbuhan Kredit 14,1% Baca

31-Oct-14 04:30 | vivanews.com : BPJS Kesehatan Bayar Klaim Rp24,4 Triliun Baca
31-Oct-14 03:00 | antaranews.com : Laba bersih BNI tumbuh 16,4 persen Baca
31-Oct-14 03:00 | vivanews.com : Simpanan Nasabah di Atas Rp5 Miliar Naik Puluhan Triliun Baca

31-Oct-14 01:30 | bisnis.liputan6.com : Blue Bird Incar Dana Rp 2,4 Triliun dari Lepas 15% Saham - Liputan6.com Baca
31-Oct-14 00:20 | www.tribunnews.com : Ashmore Gandeng HSBC Pasarkan Dua Produk Reksadananya - Tribunnews Baca
31-Oct-14 00:20 | vivanews.com : XL Axiata Bukukan Pendapatan Rp17,6 Triliun Baca

30-Oct-14 23:20 | www.neraca.co.id : Soechi Lines Bidik Dana IPO Rp 1,5 Triliun - Harian Ekonomi Neraca Baca
30-Oct-14 20:40 | www.cnnindonesia.com : Soechi Lines Bidik Rp 2 Triliun dari IPO - CNN Indonesia Baca
30-Oct-14 07:20 | www.gatra.com : Bisnis Logistik Terus Tumbuh - Gatra Baca

30-Oct-14 07:20 | bisnis.liputan6.com : Ekonomi Tumbuh 5%, Transaksi Harian Saham Tembus Rp 7 Triliun? - Liputan6.com Baca
30-Oct-14 07:20 | vivanews.com : Laba Bersih Bank Permata Rp1,24 Triliun Baca
30-Oct-14 06:00 | www.gatra.com : Soechi Lines Incar Rp 2,05 Trilyun dari IPO - Gatra Baca

30-Oct-14 06:00 | www.tribunnews.com : First Media Raih Dana Rp 1,36 Triliun dari Divestasi Link Net - Tribunnews Baca
30-Oct-14 04:40 | ekonomi.metrotvnews.com : Divestasi Saham Linknet, First Media Dapat Dana Rp1,36 Triliun - Metro TV News Baca

Komentar TRIL di Saham Chat


01-Nov-14 02:06 | eyeinthesky:
bung @simiko: negative enterprise value bukan barang mainan lama didunia investasi, dan biasanya memang sudah ada siklus tertentu ketika bermunculan banyak saham dengan negative enterprise value seperti itu, kondisinya bisa dibilang mirip seperti ketika saham astra, bri, bca, mandiri, dijual di Price to Book Value dibawah level 1.0x. nah ini coba kita lihat returnnya jika ketika pada suatu 'siklus tertentu' kita ini memberanikan membeli saham-saham dengan market capitalization diatas rp 1 trilliun dan berada dibawah P/BV 1.2x: http://donnysaputro.blogspot.com/2013/11/warren-buffet-pernah-berkatabahwa.html --- ini websitenya bagus milik seorang analis sekuritas, jarang sekali diluar sana ada analis sekuritas yang pintar dan benar-benar mengerti kata 'intelligent investing': http://donnysaputro.blogspot.com/

31-Oct-14 07:23 | Koreksi Sehat *guest*:
Cipaganti Siap Rights Issue Rp2 Triliun pada 2015 Penerbitan ini dilakukan guna mengakuisisi perusahaan yang mampu mengembangkan infrastruktur IT untuk pengelolaan jalan tol. Dwitya Putra Jakarta–PT Cipaganti Citra Graha Tbk berencana melakukan rights issue untuk mendapatkan dana berkisar Rp1-Rp2 triliun pada 2015. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai penopang rencana bisnis pengembangan teknologi informasi (IT) pengelolaan jalan tol. “Kebutuhan kami Rp1 triliun sampai Rp2 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan Cipaganti, Jofrial Mecca, saat ditemui Infobank, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2014. Menurutnya, untuk mendukung bisnis tersebut, Cipaganti berencana mengakuisisi perusahaan yang mampu mengembangkan infrastruktur teknologi informasi untuk pengelolaan jalan tol. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2014 sendiri, Cipaganti memiliki total liabilitas sebesar Rp671,8 miliar. Senilai Rp278 miliar merupakan liabilitas jangka pendek dan sebesar Rp393,4 miliar merupakan liabilitas jangka panjang. (*) @dwitya_putra14 Berita Lainnya:

29-Oct-14 16:20 | Jarwo *guest*:
laba MDLN naek dibilang turun dasar tukang nyampah... http://www.iqplus.info/news/stock_news/mdln-modernland-realty-raih-pendapatan-rp2-24-triliun-per-september,01161043.html

29-Oct-14 14:45 | Macan-tutul *guest*:
hihihihi tril rada seram nih.cuan satun -situn kabur dulu deh hihihihihi.

29-Oct-14 14:38 | sotong mania *guest*:
ABIS MAKAN WAPO, SEKARANG GANTI MENU MAKAN IKAN TRIL...HIHIHI (WUENAKKKK!!!!)

29-Oct-14 14:34 | Macan-tutul *guest*:
AIRWOLF *guest* (118.97.xxx.xxx): kirain tril taunya abba...jempolannn kurang ajar ====> tril juga mulai digoyang dikit dikit tuh,hihihihihi

29-Oct-14 14:13 | AIRWOLF *guest*:
kirain tril taunya abba...jempolannn kurang ajar

29-Oct-14 13:45 | tatahariyanto:
ASING NET BUY 1,44 Triliun, ayo beli

29-Oct-14 13:44 | AIRWOLF *guest*:
thanks for BD wico baja....berharap jg ama BD tril fren utk berbaik hati utk sesama...hihihihi

29-Oct-14 08:39 | logika27:
APLN akan buy back sahamnya 10%, walau sahamnya hanya dibawah BV sedikit, ini GROUP PANIN sahamnya jauh di bawah BV tenang2 saja PNIN BV 3.656 harga saham 650 hanya 0.18 dari BV PNLF BV 453 harga sahan 252 hanya 0.58, katanya uangnya banyak deposito di bank mutiara sampai beberapa trilliun

29-Oct-14 05:56 | Koreksi Sehat *guest*:
MNC Bank Bidik Pertumbuhan Bisnis 30% Tahun Depan Mulai fokus di segmen konsumer dan ritel, MNC Bank bidik pertumbuhan kredit 30%. Paulus Yoga Jakarta–PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) mematok pertumbuhan bisnis 30% pada tahun 2015. Demikian dari sisi penyaluran kredit, perseroan mematok bisa mencapai Rp8,45 triliun. “Target Kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 30%, yang lain mengikuti,” ucap Wakil Presiden Direktur MNC Bank, Benny Purnomo di Jakarta, Senin, 27 Oktober 2014. Menurutnya, sampai dengan akhir tahun ini perseroan mematok perolehan DPK bisa sampai Rp8 triliun, sedangkan kredit bisa di kisaran Rp6 triliun hingga Rp6,5 triliun. “(Untuk NPL) Kami usahakan di bawah 5%. Dengan growth (pertumbuhan) kredit 30%, NPL gross bisa turun 2-3%,” imbuhnya. Sementara untuk fokus pembiayaan, lanjut Benny, akan mulai diarahkan ke segmen konsumer dan ritel sesuai dengan arahan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Adapun porsi kredit saat ini masih didominasi segmen komersial dan korporasi dengan komposisi 80% dari total kredit. “Kami kecilkan komposisinya jadi 60% konsumer dan ritel, 40% korporasi,” tutup Benny. (*) @bangbulus

28-Oct-14 21:15 | Koreksi Sehat *guest*:
 JAKARTA. Kinerja keuangan emiten kontraktor jasa minyak dan gas (migas), PT Elnusa Tbk (ELSA), tumbuh ciamik. Di Januari-September 2014, ELSA meraih laba bersih Rp 288,29 miliar, melompat 144,57% dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 117,88 miliar.  Melesatnya pertumbuhan laba bersih ELSA terjadi ketika performa pendapatan relatif flat. Per 30 September 2014, pendapatan ELSA hanya naik 3,4% yoy menjadi Rp 3,02 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 2,9 triliun.  Untungnya, ELSA berhasil menjaga beban pokok pendapatan di level Rp 2,54 triliun, relatif sama dengan tahun lalu yang Rp 2,5 triliun. ELSA kemudian menuai berkah dari turunnya jumlah beban keuangan yang harus dibayarkan, yakni menjadi Rp 26,95 miliar dari sebelumnya yang Rp 42,71 miliar.  Hal inilah yang kemudian mendorong pertumbuhan laba bersih ELSA secara signifikan. Untuk lebih memacu pertumbuhan kinerja secara operasional, ELSA sudah membentuk dua anak usaha baru pada pertengahan Agustus lalu.  Pertama, PT Elnusa Oilfield Service yang bakal fokus berbisnis drilling dan maintenance sumur. Kedua, PT Elnusa Geosains Indonesia yang mengurus bisnis jasa seismik. Kepemilikan Elnusa di keduanya masing-masing sebesar 99,99%.  Agar bisnis berjalan, ELSA menyuntikkan modal masing-masing Rp 11 miliar. Meski demikian, adanya pembentukan anak usaha baru ini tidak serta-merta membuat ELSA mengalihkan seluruh kontrak di bidang drilling, oilfield service dan jasa seismik kepada anak usaha baru itu. 

28-Oct-14 20:28 | Koreksi Sehat *guest*:
JAKARTA. Kinerja PT Kimia Farma Tbk (KAEF) masih tumbuh konsisten. Emiten farmasi pelat merah ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 143,82 miliar pada Kuartal III-2014 atau naik 18,42% dari periode yang sama tahun lalu. Laba bersih per saham pun meningkat dari Rp 21,87 menjadi Rp 25,90 per saham. Namun, pertumbuhan penjualan tak setinggi kenaikan laba bersih. Penjualan bersih KAEF mencapai Rp 3,07 triliun atau naik 9,2% year on year (yoy). Penjualan KAEF di dalam negeri masih banyak didorong dari penjualan obat generik. Namun, penjualan obat resep alias over the counter juga naik lumayan signifikan sebesar 14,2%.  Beban pokok penjualan pun naik 10% menjadi Rp 2,1 triliun.  Jika ditilik dari laporan keuangan, laba bersih KAEF lebih banyak didorong dari turunnya beban kurs mata uang asing. Beban kurs tersebut turun signifikan dari Rp 4,4 miliar menjadi Rp 974,12 juta. Sehingga, laba tahun berjalan KAEF tumbuh dari Rp 121,94 miliar menjadi Rp 145,14 miliar.  KAEF memang termasuk emiten yang rentan terhadap rugi kurs. Pasalnya, bahan baku KAEF sebagian besar masih diimpor. Namun, KAEF memang sudah ancang-ancang dengan melakukan natural hedging. Caranya dengan mengerek ekspor tatkala impor membesar. KAEF juga berencana menaikkan harga jual obat apabila rupiah melemah.  Untuk ekspansinya, belum lama ini KAEF menerbitkan surat utang jangka menengah alias Medium Term Notes (MTN) sebesar Rp 200 miliar. PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai arranger dalam penerbitan MTN tersebut.

28-Oct-14 11:58 | AIRWOLF *guest*:
TRIL mau digoyang.....?

27-Oct-14 22:49 | Koreksi Sehat *guest*:
Senin, 27 Oktober 2014 Jika Bayar Utang, BUMI Yakin Bisa Ke Harga Rp 800 RESTRUKTURISASI UTANG BUMI Kinerja PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang terlilit utang tampak mengecewakan pemegang sahamnya. Dalam paparan publik insidentil, para investor BUMI pun mengaku tak percaya terhadap kinerja perseroan. "Harga saham saat ini adalah kapitalisasi pasar ditambah utang," sebut Dileep Srivastava, Direktur merangkap Sekretaris Perusahaan BUMI, Senin (6/10). Menurutnya, kapitalisasi pasar BUMI adalah Rp 50 triliun. Namun karena BUMI memiliki utang Rp 38 triliun sampai Rp 40 triliun, maka nilai perusahaannya jadi Rp 45 triliun hingga Rp 46 triliun. Dileep menyebut, BUMI tengah berupaya membayar utang. Ia memperhitungkan apabila BUMI membayar utang US$ 1 juta, maka harga sahamnya bisa menyentuh Rp 400. Lalu jika BUMI mengurangi utangnya hingga US$ 2 juta, maka harga sahamnya bisa ke Rp 800. Nyatanya, harga saham BUMI tutup stagnan di harga Rp 190. Dileep menyadari bahwa ketika kondisi buruk, maka sentimen terhadap saham BUMI pun buruk. Namun ketika keadaannya berbalik, maka sentimen yang terjadi dapat bergerak ke arah positif. Sumber : investasi.kontan.co.id Diposkan oleh Jeng - Jeng di 17.19 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Bagikan ke Pinterest Label: Artikel Tidak ada komentar:

27-Oct-14 09:02 | logika27:
CSAP baru bulan jun 2014 laporan keuangan di RTI penjualan sampai juni Rp3,44Trilliun EPS 47 BV 274, mau bantu lihat apa?

27-Oct-14 08:41 | logika27:
atau kita beli RUIS BV 363 EPS 63 sales tahun 2013 Rp.1,79Trilliun, rajin bagi deviden tahun ini devidennya Rp.7,5/saham; haiyanto punya 26% saham RUIS; RUIS harganya masih 210 artinya masih dibawah BV kalau hitung 7,5/210 3,57% devidennya dari nilai sekarang, saya juga punya saham ini di average malu2 in Rp.215,20 kalau kalian beli di 210 artinya modalnya lebih murah dari saya hahaha

26-Oct-14 21:00 | olala *guest*:
waktu menjadi Wapres itu, bisnis Kalla dan keluarganya berkembang supercepat. Kok bisa? Buktinya, dalam lima tahun kekuasaannya (2004-2009), grup bisnis keluarganya kebanjiran berbagai proyek skala besar. Adalah Abdulrachim Kresno, aktivis 1978, yang rajin menelisik sepak terjang Jusuf Kalla yang dinilainya sarat dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) saat berkuasa. Lewat twitter-nya @abdrachim001, dia bercerita panjang lebar seputar pelbagai proyek yang diguyurkan JK bagi bisnis keluarganya. Seperti diketahui, keluarga Kalla mengendalikan sejumlah grup bisnis. Di antaranya Kalla Group, Bukaka Group, Bosowa Group, dan Intim Group. Semuanya mengalami masa-masa panen raya saat JK berkuasa. Bukaka, misalnya, memperoleh order pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Ussu di Kabupaten Luwu Timur, berkapasitas 620 mega watt (MW), dan PLTA senilai Rp1,44 trilyun di Pinrang. Bukaka juga membangun PLTA dengan tiga turbin di Sungai Poso, Sulawesi Tengah, yang berkapasitas total 780 MW.

26-Oct-14 20:35 | olala *guest*:
Indonesia terjerat padaquarto deficit; empat defisit sekaligus. Yaitu, defisit neraca perdagangan, defisit neraca pembayaran, defisit transaksi berjalan, dan defiit anggaran.Gawatnya perekonomian itu masih ditambah dengan superbengkaknya utang luar negeri. Menurut Bank Indonesia (BI) sampai Juni 2014 saja, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat US$284,9 miliar. Dengan kurs tengah BI Jumat (24/10) yang  Rp12.065, maka jumlah utang itu setara dengan Rp3.437 triliun lebih. Jelas bukan angka yang bisa dianggap enteng, kalau tidak mau disebut supergawat.Perlu orang yang luar biasaInilah ‘bom waktu’ warisan presiden SBY yang bisa meledak kapan saja. Dengan kondisi segawat itu, terlalu gegabah memasang ‘orang biasa-biasa saja’ sebagai komandan Tim Ekonomi Indonesia. Tidak bisa tidak, Jokowi dan 240 juta lebih rakyat Indonesia membutuhkan seorang Menko Perekonomian yang kelasnya jauh di atas ‘biasa-biasa’ saja. Indonesia membutuhkan Menko Perekonomian yang luar biasa!Dengan segala hormat dan mohon maaf, rasanya Sofyan Djalil belum sampai di titik itu.

26-Oct-14 11:14 | logika27:
@nt, saya jamin 100% LKH tidak pusing from zero to something, assetnya 1trilliun lebih hilang 85M kecil, saya hilang di KARK 1M lebih saja tenang2 saja dan saya pernah salah main di warrant STAR (saya ketipu, baru tahu warrant star ada tanggal awal exercisenya) juga hilang 1M lebih juga tetap tenang2 saja, padahal kalau saya di bandingkan sama LKH bagai semut dan gajah, yang kalian bahas ruginya, kalian tidak pernah bahas untungnya


Kopi Luwak | Kopi Medan | Kopi Sidikalang
©Copyright Saham | IDsaham.com (nelaiyan@gmail.com/ sahamfundamental.blogspot.com)